Lisanmu Menentukan Kedudukanmu Di Akhirat



Diantara banyaknya identitas seorang mukmin diantaranya adalah mereka yang senentiasa berkata baik. Menahan lisan untuk tidak berkata yang buruk dan memaki orang lain. 


Setiap insan tidak akan pernah mencapai kualitas dirinya dan kualitas hidupnya sampai memperhatikan apa yang ia ucapkan dan apa yang dia sampaikan. Siapapun mereka yang senantiasa memperhatikan ucapannya, sejatinya dia sedang memperhatikan bagaimana kedudukannya di surga. 


Siapapun mereka yang tidak pernah memperhatikan dan justru melalaikan apa yang dia ucapkan, apa yang dia tulis pada jempolnya maka sebenarnya dia sedang mengatur kedudukan bangkunya di neraka. 


Jadi ucapan seseorang sangatlah menentukan tempat kembalinya di akhirat kelak, berhati-hatilah dengan lisan. Pergunakan dengan sebaik-baiknya, dan selalu berdoa kepada Allah agar lisan kita selalu dijaga dari perkara yang buruk.


Rasulullah memberikan jaminan, siapapun yang menjaga dari apa yang keluar dari mulutnya dan apa yang keluar dari kemaluannya maka tidak ada tempat baginya kecuali adalah surga dan ridha Allah swt.


Inilah yang menjadikan kita mengetahui,

Berkatalah yang baik karena alam di sekitar kita bereaksi dengan ucapan kita, baik itu yang baik maupun yang buruk.

Ucapkanlah yang baik karena penduduk langit itu selalu mengaminkan apapun yang kita ucapkan, baik itu sesuatu yang sifatnya mulia maupun sifatnya yang tercela. Jangan sampai ketika kita berkata yang buruk kemudian diaminkan oleh para penduduk langit, maka sungguh celaka kita jika demikian.


Ucapkanlah yang baik, karena engkau akan dijauhkan dari api neraka, bukan hanya semata-mata karena sholat dan sedekah, tapi juga dijaukannya kita dari api neraka ketika kita menjaga lisan kita dan lembutnya lisan kita dalm berkata-kata.


Diantara banyaknya identitas seorang mukmin diantaranya adalah mereka yang senentiasa berkata baik. Berkata yang baik kepada Allah, berkata yang baik kepada orang yang beriman, berkata yang baik kepada orang yang fakir dan berkata baik juga kepada pelaku maksiat supaya mereka mendapatkan hidayah walaupun mereka sedang tenggelam dalam dosa dan kemaksiatannya.

مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

"Barangsiapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) apa yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, maka kuberikan kepadanya jaminan masuk surga"