Pentingnya Akhlak Dalam Islam

Pentingnya Akhlak Dalam Islam, Akhlaqul karimah, Akhlak Terpuji, Akhlak tercela
Imam Al-Ghazali membagi Akhlak menjadi dua kondisi, yaitu stabilitas dan spontanitas. Stabilitas moral adalah karakter yang memungkinkan para pelaku melakukan perbuatan baik yang secara konsisten, permanen, dan berkelanjutan sehingga perbuatan tersebut menjadi kebiasaan. Sedangkan moral spontan hadir ketika peluang muncul, dilakukan tanpa paksaan dan tanpa pikir panjang.

Pentingnya Akhlak Dalam Islam

Defenisi Akhlak

Akhlaq atau moralitas sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam buku yang berjudul “Ihya Ulumiddin” adalah temperamen yang tetap kuat dalam jiwa. Karakter moral dalam jiwa muncul karena perbuatan tertentu yang dilakukan oleh setiap orang.

Kondisi Akhlak

Imam Al-Ghazali membagi Akhlak menjadi dua kondisi, yaitu stabilitas dan spontanitas. Stabilitas moral adalah karakter yang memungkinkan para pelaku melakukan perbuatan baik yang secara konsisten, permanen, dan berkelanjutan sehingga perbuatan tersebut menjadi kebiasaan. Sedangkan moral spontan hadir ketika peluang muncul, dilakukan tanpa paksaan dan tanpa pikir panjang.
Menurutnya, orang dengan moralitas atau akhlak yang baik dapat mengendalikan setidaknya empat hal yang cukup sulit dikendalikan dalam berbagai aspek kehidupan diantaranya:

  • Nafsu

Orang yang memiliki akhlak yang baik, dia akan bisa mengendalikan nafsunya sesuai dengan ketentuan Allah swt. Memang manusia diciptakan memiliki nafsu, dan akal, orang yang memiliki akhlak yang baik akan menggunakan akalnya untuk berfikir terlebih dahulu sebelum berbuat sesuatu, agar perbuatannya tidak melanggar ketentuan Allah swt.

  • Amarah

Setiap manusia memiliki rasa marah, akan tetapi manusia yang memiliki akhlak baik dia tau kapan harus marah dan kapan harus sabar. Karena islam telah mengatur itu semua. Jika seseorang marah seenaknya saja, tanpa berfikir akibat dari marah itu, maka dia akan menyesal, karena marah tidak akan menyelesaikan masalah, akan tetapi membuat masalah menjadi lebih rumit lagi.

  • Keadilan

Orang yang memiliki akhlak baik dia akan selalu berbuat adil dalam kehidupannya sehari-hari, karena keadilan merupakan salahsatu bentuk dari akhlaq al-karimah

Dengan demikian, moral tidak hanya mengatur perilaku kata-kata, tetapi juga perilaku sikap dan perbuatan sehari-hari seseorang.

Ada cerita menarik tentang Akhlak seorang anak lelaki menggembalakan domba. Suatu kali Khalifah Umar bin Abdul Aziz mendekati seorang anak yang merawat domba pemiliknya.Untuk menguji kejujuran anak itu, Umar bin Abdul Aziz bertanya: "Nak, maukah kamu menjual dombamu kepada saya?" Anak itu kemudian menjawab, "Domba-domba ini bukan milik saya, tetapi milik majikan saya." Saya hanya bertugas untuk merawatnya saja.

Umar tidak berhenti dan terus membujuk anak itu untuk menjualnya, ia berkata: "Tetapi jika Anda menjual satu untuk saya, majikan Anda tidak akan tahu,". Kemudian bocah itu menjawab: “Majikan saya tidak tahu, tetapi Allah selalu tahu. Dan aku tidak ingin mengecewakan Tuhanku“.

Jika disandingkan dengan hadis Nabi Muhammad, sikap anak itu bahkan sudah bisa menggambarkan apa itu karakter yang mulia. Nabi Muhammad pernah bersabda:
“Kebaikan adalah melakukan tindakan apa pun yang membuat hatimu bahagia. Sementara kejahatan adalah ketika hal-hal yang Anda lakukan, membuat hati Anda gelisah. "

LihatTutupKomentar