Kisah Orang Bunuh Seratus Orang Masuk Surga


        Saya tidak peduli siapapun anda, anda pernah bermaksiat, anda pernah berbuat salah, kita manusia yang tidak luput dari dosa. Tapi saya ingin tawaran dari al-Quran Surah An-Nisa’: 100. Pernah ada orang berbuat maksiat yang tak terlukiskan. Ada seorang yang bunuh orang, bunuhnya bukan satu atau dua orang , tapi ia telah bunuh 100 orang. Kriminalitas tidak perlu diukur, karena anda akan lelah menghitungnya. Ketika Allah berkenan memberi hidayah kepadanya, dan hidayah selalu terbuka kepada siapapun, sepanjang dia mau mengambilnya, sebelum nyawa berada di kerongkongannya. 
            
              Tiba-tiab datang ia datang kepada seorang yang alim, dan “berkata saya ingin berubah”. Alim ini kemudian menyampaikan kepada orang yang dimaksud, “anda bukan berarti tidak bisa menjadi orang baik, hanya anda tinggal dilingkingan yang tidak mendukung anda menjadi baik. Keluarlah dulu dari tempat itu, pergilah ke majlis ilmu si Fulan, tempatnya ada disana. Datanglah kesana, belajarlah, dan Allah akan membimbing anda berubah dari keburukan menjadi orang yang terbaik.
              
             Di dengarlah nasehat Alim ini, kemudia dia berangkat untuk menempuh perjalanannya. Tiba-tiba, belum samap di tujuan, di tengah jalan (lebih sejengkal) dia dijemput oleh kematian. Langkahnya dihitung sebagai ibadah. Dalam derapnya dia beristighfar dan taubat kepada Allah swt. taubatnya menghadirkan cinta Allah swt. “Allah mencintai orang-orang yang bertaubat” (Q.S Al-Baqarah: 222). Cinta allah menghadirkan ampunan bagi seluruh dosanya, “Allah ampuni semua dosa-dosanya. (ali-Imran: 31). Maka orang ini masuk surga.

Anda bayangkan, dia pernah bunuh 100 orang, mabuk tak terlukiskan, kriminalitas tak terhitung, ketika ia ingin bertaubat, ia datang ke majlis ilmu, meninggal di tengah jalan, kemudian dia masuk surga. “siapapun yang mau merubah maka kami akan berikan kelapangan di sisa hidupnya dan limpahan-limpahan kenikmatan selama ia hidup”.

Bila 100 orang saja yang pernah dibunuh oleh orang ini, mabuk tak terlukiskan, kriminal tak terhitung, mau berangkat ke majlis ilmu, tak sampai ke majlisnya, meninggal di tengah jalan, bisa masuk surga. Kenapa tidak dengan anda yang tidak pernah bunuh orang, anda tidak penah mabuk, anda tidak penah berbuat kriminalitas seperti orang ini. Salah itu wajar, tapi pintu taubat terbuka untuk kita semua.bedanya kita dengan orang ini, dia belum sampai ke majlis ilmu, sedangkan anda sudah hadir di majlis ilmu, langsung dirumah Allah, diberikan tempat terbaik untuk belajar. 

Kalau dengan semua ini belum mempermudah anda untuk masuk ke surga, dengan cara apalagi Allah mesti mengantarkan anda ke surga? Kalau dengan duduknya anda di majlis ilmu belum juga mau bertaubat, dengan cara apalagi Allah membimbing anda untuk bertaubat? Kalau dengan seperti ini belum juga anda taat kepada Rasul, dengan cara apalagi Allah mesti meyalinkan anda untuk taat kepada Rasulullah saw.?

Oleh karena itu, mari kita pelajari ilmnya, dan dengan ilmu itu akan membimbing kita untuk kembali kepada Allah, dan mengajak keluarga kita ke surga-Nya Allah saw. dengan izin-Nya.

-ad