Waktu Dan Keutamaan Shalat Dhuha


Keutamaan Shalat Duha sangat luas, seperti meneguhkan, mengubah hidup, dan memberi manfaat besar bagi mereka yang menerapkan kebiasaan berdoa setiap hari. Berikut ini adalah uraian mendalam tentang Shalat Duha bagi pembaca yang lebih suka memahami konteks lengkap Shalat, termasuk definisi, deskripsi, waktu yang disarankan, kebajikan dan keutamaan, dan jumlah rakaat. Bagi pembaca yang ingin membaca sekilas kebajikan inspirasional, gulir ke bawah ke "Kebajikan & Hadiah Doa Duha".

Deskripsi doa Duha

Shalat Duha (pagi hari) juga disebut sebagai salāt al-Awwābeen, Shalat seperti kebanyakan Shalat Sunnah lainnya di mana Anda berdoa Shalat dua rakaat dan Anda mengakhiri Shalat dengan salam ke kanan dan kiri. Jika Anda ingin Shalat lebih dari dua Rakaat, maka Anda dapat Shalat sebanyak yang Anda inginkan. 

Nabi berkata: "Shalat [Sunnah] siang dan malam  dilakukan dua demi dua rakaat." [1]

Apa yang dimaksud dengan dua dua?

Ibn ʿUmar raḍyAllāhu 'anhu mengatakan: "Mengatakan salam setelah masing-masing dua rakasa." [Muslim] 

Waktu yang disarankan

Waktu Duha dimulai setelah matahari sepenuhnya terbit dan berakhir sekitar 15 menit sebelum shalat Dzuhur. Waktu yang paling disukai untuk sholat Duha adalah di bagian terpanas hari itu, ketika matahari telah mencapai puncaknya (titik tertinggi), dan ini sekitar setengah jalan antara matahari terbit.

Nabi berkata: "Shalat orang-orang yang bertobat diamati ketika unta yang disapih merasakan panasnya matahari."

Kebajikan & Keutamaan Shalat Duha

1. Memenuhi amal di setiap sendi di tubuh.

Nabi berkata:
"Di pagi hari, setiap sendimu harus membayar sedekah (amal). Setiap Subhanallah adalah sedekah, setiap Alhamdulillah adalah sedekah, setiap La Ilaha Illa Allah adalah sedekah, setiap Allahu Akbar adalah sedekah, setiap melakukan perintah adalah sedekah, dan setiap meninggalkan kejahatan terlarang adalah sedekah, dan semua ini dilakukan melalui dua rakʿah seseorang dapat shalat di Duha [doa]. "[3]

Hadits ini menekankan status dan keutamaan shalat Duha, dua rakaat yang cukup sebagai amal atas nama setiap sendi dalam tubuh, dan tanda terima kasih yang tulus kepada Allah (swt).

2. Ini adalah doa yang sering kali bertobat.

Nabi berkata:
Tidak ada yang rajin mendirikan Shalat Duha kecuali orang yang sering bertobat (awwāb), dan itu adalah shalat yang sering bertobat.”

Istilah "Shalat al-Awwabeen" berasal dari narasi ini, di mana Rasulullah menekankan bahwa hanya orang yang sering bertobat yang gigih berdoa shalat Duha seperti biasa. Dengan demikian, salah satu tanda pertobatan sejati adalah untuk kembali kepada Allah (swt) dengan tidak hanya menghapus dosa besar, tetapi berjuang dengan rajin untuk meningkatkan perbuatan sunnah seseorang, terutama shalat pilihan.

3. Pesan Rasulullah

Abu Hurairah raḍyallahu 'anhu Mengabarkan: Kekasihku (Nabi ) menasihatiku untuk melakukan tiga hal, yang aku tidak akan pernah tinggalkan selama aku hidup: berpuasa tiga hari setiap bulan, untuk shalat dua rakaat shalat Duha, dan tidak tidur sampai aku sholat Witr.

Imam al-Qurtubi raḍyallāhu 'anhu mengatakan: "Nasihat Nabi kepada Abu Hurairah dan Abu ad-Dardā' menunjukkan keutamaan sholat Duha, dan pahala sholat yang besar serta signifikansinya; dengan demikian, kedua sahabat menjaga kebiasaan ini dan tidak pernah meninggalkannya."

4. Dalam kondisi tertentu, Keutamaan untuk sholat itu setara dengan haji dan umrah yang lengkap.

Nabi Bersabda:
Siapa pun yang sholat Subuh lalu duduk di tempatnya sembahyang mengingat Allah sampai matahari terbit, lalu sholat dua rakaat, akan diganjar seakan telah melakukan haji dan umrah, dengan hadiah yang lengkap, lengkap, lengkap.” 

Catatan: Ini tidak memenuhi persyaratan untuk melakukan haji.

Keutamaan Selanjutnya