Ketika Kamu Ingin Marah (Abdi Suardin)

Ketika Kamu Ingin Marah (Abdi Suardin)

sumber: Pixabay

Setiap kita pasti bisa meluapkan rasa marah yang kita rasakan, tapi tidak semua orang bisa meredam rasa marah tersebut. Kita ini hanya manusia biasa, jadi sangat wajar kalau kita sesekali memiliki rasa marah. Marah itu suatu hal yang mudah, kita tidak perlu sekolah untuk bisa meluapkan rasa marah, tidak perlu ada sarat khisus untuk bisa marah, tidak perlu melakukan pelatihan khusus untuk bisa meluapkan marah. Marah itu emosi yang wajar, dan pasti dimiliki oleh semua makhluk hidup. Semua yang hidup pasti bisa marah. Saat kamu menganggap dengan marah kamu tampak berwibawa itu adalah hal yang keliru. Karena tidak ada seorang pun yang menyukai orang pemarah.
Orang kuat bukan diukur saat dia bertarung, tapi orang kuat adalah orang-orang yang bisa mengendalikan rasa marah saat keadaan dan orang lain membuat dia harus marah. Bila sedang mara lebih baik jangan berkata apa-apa karena saat kemarahan redah kamu akan menyesal dengan apa yang sudah kamu katakan. Saat kamu membalas kebencian terhadap sesuatu dengan ungkapan marah, dengan melontarkan caci maki, maka pada saat itulah musuhmu  menang.
 Ketika kamu marah hitunglah sampai sepuluh sebelum kamu berbicara. Dan jika kamu sangat marah, hitunglah sampai seratus, dan berbicaralah. Jika kamu sedang marah jangan pernah untuk memutuskan sesuatu, jika kamu sedang terlalu bergembira dengan sesuatu jangan pula menjanjikan sesuatu. Karena saat itu kita sedang tidak berfikir jernih. Diamlah saat kamu marah, diam dan renungilah. Karena saat marah, sebaik apapun dirimu bisa menjadi seorang yang sangat jahat. Jika kamu benar, kamu tidak perlu marah, jika kamu salah, kamu tidak boleh marah. Lemparkan senyum kepada orang yang memancing amarah kita.
Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu. Jangan marah, karena itu hanya membawa kepada kejahatan. Cinta itu tidak cepat marah dan tidak kasar. Cinta itu lembut dan menginginkan kebaikan bersama, bukan untuk menang sendiri. Kemarahan dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan. Kamu boleh marah, karena siapapun bisa marah. Kamu boleh marah karena siapapun bisa marah. Marah itu suatu hal yang mudah, akan tetapi marah kepada orang yang tepat dengan kadar yang sesuai, dengan waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan demi tujuan yang baik bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan.
Marahmu yang mana? orang yang mulia, marahnya akan terlihat dari bagaimana cara ia besikap. Orany yang bodoh, marahnya akan terlihat pada caci makinya. Kemarahan adalah dimana ketika lidah bekerja lebih cepat dari pada pikiran, dan tindakan lebih cepat dari pada nurani. Terlalu banyak hal yang tidak bisa diselesaikan dengan rasa marah. segala sesuatu yang kita awali dengan kemarahan, akan berakhir dengan rasa malu. Orang yang kuat adalah orang yang dapat mengendalikan dirinya pada saat dia marah. Sebaik-baik kesabaran adalah pada saat kamu lebih memilih untuk bersikap diam, padahal emosimu sudah meronta-ronta ingin didengarkan. Sebaik-baik kekuatan adalah pada saat engkau memilih untuk tersenyum, sedangkan ada air matamu yang sejak tadi tidak mau dibendung.
Semoga banyak hati yang lunak, banyak marah bisa meredah dan banyak kecewa yang bisa pulih. Terimakasih
(Abdi Suardin) SUBCRIBE


KUNJUNGI KAMI JUGA:

LihatTutupKomentar