Inilah Penyebab Lemahnya Iman

Lemahnya Iman  - Iman tidak hanya berupa ucapan yang keluar dati lisan saja, dan juga bukan sekedar syi’ar yang smapai kepada kita saja. Iman itu merupakan ketaatan, ketundukan, kepatuhan, dalam melaksanakan Syariat Allah dengan Ikhlas, maka iman harus selalu berkobar di jiwa kita, begemuruh di ucapan, dan menyemarakkan dalam perbuatan.

Ahlus Sunnah bersepakat iman dapat bertambah dan berkurang, bertambahnya dengan beramal shalih, dan berkurang dengan kemaksiatan. Terdapat banyak faktor-faktor yang dapat membuat iman kita semakin lemah. Jika tidak bersegera untuk memperbaikinya maka hal itu dapat merusak pondasi iman kita. Salah satu metode memperbaiki iman kita adalah dangan cara mengetahui hal-hal yang dapat melemahkan iman kita. Di antaranya sebagai berikut:

Kurangnya Keikhlasan

Allah swt. berfirman:
Artinya: “ padahal mereka itu tidak diperintahkan kecuali hanya untuk menyembah Allah dengan ikhlas (memurnikan) ketaatan kepada-Nya dalam (melaksanakan) agama dengan lurus” (Al-Bayyinah:5)

Ikhlas adalah ketika kita menganggap pujian dan hinaan orang lain kepada kita itu sama nilainya disisi kita. Sangat sulit kita cari orang yang benar-benar ikhlas dizaman tipu daya saat ini, kecuali bagi orang-orang yang Allah rahmati. Bukan berarti keikhlasan itu sudah tidak ada melainkan untuk menuju keikhlasan kita harus butuh perjuangan  dan kesungguhan dan latihan yang terus menerus dalam setiap amal shalih yang kita lakukan.

Jika suatu amal shalih yang kita lakukan kemudian kita nodai dengan riya’, ingin dipuji, ingin terkenal, maka ini akan membuat kita lemah dalam melakukan perbuata amal shalih bahkan amalan yang kita usahakan hanya sekedar perbuatan yang sia-sia saja.

Terkada kita sudah betekad atau bersikap konsisten sehingga kita sudah termasuk ke dalam golongan orang yang konsisten. Akan tetapi, tujuannya melakukan tekad dan konsisten tersebut bukan hanya keikhlasan dan mengharap ridha dari Allah, melainkan ia merusak amal shalihnya dengang perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allha seperti riyadan ingin dipuji oleh orang lain.

Dalam beramal kita harus menujukakn niat kita hanya kepada Allah semata, maka jika kita mendambakan kebahagian di dunia dan di akhirat maka hendaklah kita besikap ikhlas dan selalu meluruskan niat kita, karena dengan sikap inilah suatu amala shalih kita dinilai ibada dan berpahala di sisi Allah swt. Amal shalih yang sedikit tetapi ikhlas itu lebih baik daripad amal banyak tetapi jauh dari keikhlasan kepada Allah.

kurang paham tentang Hakikat ibadah

Ibadah menurut Ibnu Taimiyah adalah “nama bagi segala sesuatu yang dicintai oleh Allah swt. dan diridhai-Nya berupa perbuatan dan ucapan lahir maupun batun.” 

Dapat kita simpulkan bahwa ibadah adalah seluruh perbuatan dan ucapan yang baik dimata Allah, karena baik dalam pandangan manusia, belum tentu baik dalam pandangan Allah swt. Sedekah ibadah, senyum ibadah, mengucapkan shalam ibadah. Jika begitu, mengapa kita sering beranggapan bahwa ibadah itu hanya seputar kegiatan di mesjid saja? Bukankah setiap kegiatan sehari-hari kita bisa dijadikan suatu ibadah? Asalakan dengan niat ynag tulus dan sesuai petunjuk syariat.

Jika selama ini  kita menganggap bahwa agama itu hanya sebats ibdah-ibadah resmi yang dilakukan seperti shalat, zakat, haji, puasa dll. Maka ini adalah suatu kesalahan yang sangat fatal dan bentuk dari sikap keras kepala.

LihatTutupKomentar